Galau Nentuin Setelah Lulus Sekolah - Mau Kemana?

Multimedia 2nd 2013
Galau, menurut gue di dalam hidup dibagi menjadi beberapa bagian, tergantung posisi dan penempatannya itu sendiri. Entah itu lagi sadar atau lagi ganteng, pokoknya waktu bakalan mempengaruhi artinya itu sendiri. Penjelasannya jadi begini.

Ketika gue kecil, gue bilang bahwa galau itu adalah ketika kita lagi rame-rame nya main bola di lapangan, lalu yang punya bola harus pulang duluan karena disusulin emaknya ke lapangan disuruh beli pecin runtuy. Bukan masalah disuruh beli pecin nya. Tapi bola nya pasti ngikut pergi juga. Bhay!

Atau, gue akan bilang kalau galau itu adalah sebuah fenomena dimana ketika mantan ngajak balikan, pacar ngasih kejutan dan gebetan tiba-tiba bilang kangen. Tapi kita nya sendiri malah ngincerin tante berondong. Hih!

Ya, gue bilang kayak gitu ketika gue terserang virus cinta monyet ala-ala. Dulu, dulu banget..

Pokoknya gimana waktu dan kebutuhan kita tentang galau itu sendiri.

Tiga tahun yang lalu, tahun 2013.

Gue galau, ketika gue bingung mau ngapain setelah lulus SMK.

Dan bagi kalian yang tahun ini udah masuk tahun akhir belajar dan roman-romanya sebentar lagi bakalan lulus. Mungkin galau yang gue alami dulu pas mau lulus SMK bakalan kalian rasain juga sekarang. Hahaha *ketawa nyinyir

Beberapa waktu lalu ada seorang adek kelas, panggil aja namanya Uvuvwevwevwe Onyetenyevwe Ugwemubwem Osas, aiih blepotan gini. Yaudah, Osas aja ya ribet sih kalo panjang. Nah si Osas ini sekarang lagi semangat-semangatnya jalanin Ujian Kompetensi, dibalik semangatnya Osas ini lagi galau karena bentar lagi dia mau lulus SMK. kira-kira begini katanya :
“A.. Kalo abis lulus gimana a? enaknya Kuliah apa Kerja ya?”

“Bingung, kalo kerja, terus mau kerja dibagian apa?”

“Sedangkan, cita-cita impian aku jadi Dokter? Aku kan dari jurusan Multimedia”

*bingung A..*

Jawaban

Hhhhhh, Osassss *menghela nafas panjang*

Sebenernya, masalah kamu itu adalah masalah yang dihadapi oleh semua siswa yang udah mau pada lulus. Bingung dengan masa depannya. Gue aja ampe sekarang masih bingung! Hahaha

Gini aja, gue jawab dengan versi gue aja ya. Boleh manggut setuju ataupun enggak :p

Saran gue, kamu ikutin apa kata hatimu, kalo menurut kamu lebih baik kerja, dengan alasan udah mulai ingin mempunyai penghasilan sendiri, dan udah mulai pusing untuk belajar. Ya satu-satunya lebih baik kerja aja hehehe. Tapi kalo semangat belajar kamu masih besar, dan mungkin ditambah dukungan orang tuamu masih sanggup  buat biayain kamu untuk sekolah. Ambil dulu aja sekolah, jangan nunda! 
“Terus kalau masih kepengen sekolah, tapi orang tua udah nggak nyanggupin buat biayain kuliah, gimana dong?”

Hari gini, beasiswa itu udah ada dimana-mana kaleee, kamu bisa gunain fasilitas beasiswa yang bakalan suport kamu dari awal ospek maba sampai akhir revisi skripsi kuliah nanti. Banyak penyedia beasiswa yang bisa kamu pilih dari mulai yang diprogramkan pemerintah kayak Bidik Misi, LPDP ataupun dari pihak swasta seperti Djarum Foundation, Astra Honda dan banyak lainnya, beasiswa yang ditawarkan macam-macam mulai dari pembiayaan kuliah, buku, biaya hidup, bahkan full biaya segalanya, itu semua gimana penyelenggaranya sendiri.

Kamu tinggal mengajukan diri untuk dapetin beasiswa itu. Apalagi buat kamu yang pernah dapet minimal satu prestasi selama sekolah, itu udah menjadi poin tambah buat kamu lolos seleksi. Perbedaan antara swasta dan pemerintah biasanya pihak swasta akan mengikat para penerima beasiswa dengan perjanjian, misalnya setelah lulus kuliah, para penerima beasiswa harus bekerja di perusahaan mereka selama waktu yang ditentukan. Gimana, enakkan? Udah kuliah dibayarin, eh pas lulus langsung kerja, nggak perlu lamar-lamar dulu. Yuk segera cari infonya! Banyak kok info tentang penyedia beasiswa di paman Google.

Gue juga sekarang, rencana lagi ngajuin beasiswa ke tempat kerja gue hihihi. Doain yak!

Pokoknya jangan berhenti karena satu alasan. Banyak jalan menuju Roma!
“Nah.. Kalo soal cita-cita nih, kan aku ingin jadi dokter a, tapi terlanjur masuk Multimedia nih. Kayaknya salah jurusan deh”
Jangan langsung menjudge bahwa kamu masuk jurusan yang salah, sehingga stigma yang ditimbulkan negatif *ohok stigma. Nggak ada yang sia-sia di dunia ini, setiap kejadian yang kamu telah lewati adalah pelajaran baru yang sengaja Alloh berikan khusus buat kamu. Siapa tau kamu masuk di Multimedia nanti bisa jadi tenaga kesehatan ahli rekam medis, banyak kok sekarang profesi di bidang kesehatan yang diwajibkan jago bidang IT nya. Lagi-lagi kamu udah punya poin tambah lagi.

Anggap aja paling mentok kamu bisa jadi Dokter komputer itu juga udah keren.. Ituloh maksudnya pengusaha servis komputer. hehehe

Intinya semua orang punya cita-cita sewaktu kecil.

Cerita ya.. Pekerjaan impian gue dulu adalah jadi Tentara. Keren aja gitu sepertinya, kemana-mana nenteng pistol, berpenampilan serba loreng, hidup di hutan, dan jagain negara ini. Keren! Siapa yang gak mau coba? Tapi ketika gue gagal meraih itu, apakah gue kecewa?

Nggak,

Karena ada banyak cara untuk menjadi keren dan menjaga negara ini tanpa harus jadi Tentara.

Misalnya sekarang, dengan uang dari hasil kerja, gue bisa biayain hobi gue mendaki gunung. Dan gue secara tidak langsung udah mencoba beberapa kehidupan seperti Tentara. Hidup beberapa hari di dalam hutan, ketika gue berada di puncak gunung jiwa patriot gue seakan berlipat 100 kali lipat melihat langsung keindahan negeri ini. Jiwa Korsa kalo Tentara bilang.

Kalo kata pak H. Nano : Mau jadi apapun itu asal jangan lupa Alloh! *hayu ngaradeg.

Lagi-lagi.

Banyak jalan menuju hati abang Roma!

Bekerja.

Nah khusus jika kamu memilih untuk bekerja.

Bekerja juga nggak kalah kerennya. Bayangin coba diusia yang terbilang masih muda. Usia belasan tahun udah bisa datengin uang hasil dari kerja keras sendiri. Uhh pasti keren banget!

Coba bayangin juga, di waktu anak remaja lain masih meminta uang ke orang tuanya masing-masing, kita yang kerja udah bisa ngasih uang ke orang tua. Calon menantu ideal banget kan? *kedip manja

Ah iya, anak-anak SMK itu dilatih untuk siap kerja kan ketika pas lulus sekolah. Jadi jangan takut bersaing dengan orang lain di dunia kerja ini. SMK Bisa!

Well, gitu dulu aja mungkin..

Jadi Gimana? Udah kebayang kan? Mau kemana abis lulus sekolah ini?

Udahan galau nentuin tahap selanjutnya!

Nah ini juga berlaku bukan buat Osas aja, ini juga bisa buat kalian yang lagi baca ya gaes. Galau itu proses menuju pendewasaan. Hihi asalkan jangan kelamaan aja mikirnya. Entar takutnnya jatah beasiswa kampusnya keburu abis, atau lowongan kerjanya keburu dimasukin orang lain.

Jadi, terserah ketika kalian memilih antara melanjutkan sekolah ketingkat lebih lanjut ataupun kerja dengan berbekal ilmu dari SMK selama 3 tahun ini..

Your choice your ways! Believe it`s good for you. Your family, Your goals. For-your-future.

Pengabdian kalian kepada negeri ini dimulai disini..

“Karena sejatinya galau itu adalah ketika kita telah mengetahui bahwa nama-nama penghuni Surga telah tertulis, sebagaimana nama-nama penghuni Neraka pun telah tertulis, sementara kita tidak tahu dimanakah nama kita berada”-
------------------------------------------------------------
“Tunggu !! Satu lagi aja”

“Kalo kuliah sambil kerja gimana a? Kok nggak dijawab a..?!”
Entar itu dijawab di postingan selanjutnya ya, ngantuk nih wkwk. Bhay!



------------------------------------------------------------
Se[erti biasa, Solat jauh lebih penting daripada baca blog ini.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

4 Responses to "Galau Nentuin Setelah Lulus Sekolah - Mau Kemana?"

  1. kalo bner2 bingung, suruh istikhoroh a :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benerr nihh... Istikhoroh dulu aja buat kebaikkan juga :D

      Delete
  2. Gue bingung, hobi dulu apa kawin :((((((((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gabungin aja, jadi Hobi Nikah kan asik tuh wkwk

      Delete

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.