Skip to main content

Ya Allah Haruskah Ku Kuburkan Cita-Cita ini...

Konten [Tampil]

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kalau kalian sempat baca tulisan saya sebelumnya pasti kalian bertanya-tanya kok ceritanya gantung sih? oke ditulisan kali ini saya akan coba melanjutkan tulisan saya sebelumnya, namun jika dilihat dari judul terlihat sangat kontras dengan tulisan sebelumnya yang menggambarkan semangat, disini kita seakan dibuat menyerah, kalah namun bukan berati salah.
Kalian masih ingat tentang semangat yang berkobar di tulisan sebelumnya? disini  semangat itu lenyap guys semuanya hilang entah kemana.. yang dulu nya berkobar jadi terkapar, yang dulunya berapi-api kini menjadi mati. Ini semua berawal dari sebuah perbincangan yang berujung maut.

Perbincangan itu terjadi antara saya dan salah seorang teman sang kakak, sore hari di pondok bambu saya berbicara tentang persiapan saya mengikuti tes masuk TNI itu, saya ucapkan insyaaloh sudah siap 80% , 20% tinggal pasrah dan berdoa, begitu saut saya kepada teman kakak, si temanya itu menjawab bagus nanti tinggal perisapan pelicin aja?

Saya tidak mengetahui apa yang disebut dengan istilah pelicin itu, saya memberanikan diri bertanya apa yang dimaksud dengan pelicin, ya masa gatau pelicin sih.. kalau kamu kepingin sukses dan lancar dalam melaksakan sesuatu ya haruslah memakai jalan pintas, intinya jaman sekarang itu kalau mau uang ya harus dibeli dengan uang dulu. Jawaban yang sungguh fatal untuk saya.

Sungguh saat itu seperti bak disambar petir siang bolong menyadari untuk menggapai sebuah cita-cita yang mulia saja ternyata masih ada dalam permainan. Yang dimaksud dengan pelicin adalah berupa sejumlah uang yang harus disiapkan untuk mempermudah dalam mengikuti seleksi nanti, dan itu tidak dalam jumlah yang sedikit. Rasanya lemas saja tubuh ini, hilang saja semangat untuk menjadi seorang Abdi negri ini.

Bukan sok suci tapi kalau pun saya mempunyai untuk itu, saya lebih memilih tersenyum dan berkata tidak, masih banyak pekerjaan yang lebih bermanfaat diluar sana dunia ini luas kawan, lagipula bukankah harta yang kita hasilkan dengan DIAWALI dengan "buruk" itu tidak akan diterima semua amalnya oleh Allah SWT ? saya tidak mau hanya karena saya kelak dimasa depan Anak dan Isteri saya diberi nafkah hasil dari uang tidak baik dan menanggung akibatnya, Nauzubillah,, lebih baik jujur dicaci daripada harus mengambil jalan salah.

Mungkin diluarsana banyak yang lebih mampu daripada saya, saya hanyalah anak seorang tukang yang sederhana dan pas-pasan yang bermimpi dikala kecilnya untuk mengabdi kepada negeri, bersedia bertaruh nyawa sekalipun untuk pertiwi. Sekarang mungkin cita-cita ini akan ku kuburkan bersama semangat yang telah hilang, salam dariku, INDONESIA

Mending dipake modal usaha aja duitnya berkah ini hasilnya, hallal pula :D ahahah enjoooy life is beautifull if we smart ;) Gagal 1 itu bukan berati hilang semua, tapi Gagal 1 pasti tumbuh 1000 Jalan baik lainya.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Sedikit Lirik Kesukaan Saya:
Sigap Nan Tegap Waspada Dan Wibawa
Prajurit Komando Berjiwa Kesatria
Demi Nusa Bangsa dan Negara
Pantang dan Menyerah Di Medan Laga

Di Bawah Dwi Warna Sang Panji
Di Atas Persada Negeri Kami
Demi Tuhan Kami Ini Berjanji
Rela Binasa Membela Ibu Pertiwi

Indonesia Kami Puja
Tanah Air Kami Cinta
Baret Merah Jiwa Hamba
Sudah Janji Kita Semua
Lebih Baik Pulang Nama, Daripada Gagal Di Medan Laga
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar