Pendakian Gunung Singa Soreang : Hiking Satu Hari Dua Kenangan!

Puncak niih.
Gunung Singa.

Kayaknya udah gak kehitung berapa kali gue tiap hari bolak balik ngelewatin gunung ini. Iya ngelewatin aja. Bhay

....Akhir tahun 2016 kemarin.

Gue dan temen-temen dari geng chibi bisa nafas lega, karena punya waktu yang senggang dikit, iya dikit amat pokoknya, gue dan geng chibi bertekad bakalan naik dan ngecamp di Gunung Singa akhir tahun kemarin.
Baca juga :
8 Foto Jalur Pendakian Gunung Singa Soreang
Kayak baru kemarin aja naik Gunung Singa, nyatanya udah jalan hampir dua bulan gue belum nulis sesuatu buat Gunung Singa di blog ini. Etapi kalau video nya udah dibuat sih. Bagi kalian yang belum nonton bisa lihat video nya, dibawah ini :

“Dhan, mana tulisan tentang Gunung Singa kemarin. Lama pisaan. Bete!” Temen nagih di wasap.
Okay, maaf karena alasan kesibukkan yang menderita gue akhir-akhir ini akibat urusan kerjaan featuring tugas kuliahan yang datang bertubi-tubi seakan nggak habis-habis menyiksa datang terus telah sukses mangambil hampir seluruh waktu libur gue. Ini jahat banget.

And now, this article, soon be release!..

***
Cuma dibutuhkan waktu paling lama 1-2 jam buat sampe ke Puncak Keramat, lokasi dimana tempat camping paling luas di Gunung Singa, paling banyak tanah landainya, paling banyak view pemandangannya dan paling banyak.... mistisnya.

Gunung Singa itu ada di ketinggian 1.100 mdpl-an. Tapi, karena mulai pendakian dari tempat parkir kendaraan itu udah di angka 800 mdpl-an kali ya, jadi, nanjaknya ya udah nanjak-nanjak gemes aja gitu.

Oiya, letak administratif  Gunung Singa berada di Desa Campaka, Soreang Kabupaten Bandung. Jadi buat kamu yang kepengen naik Gunung Singa juga, kamu tinggal ikutin aja arah dari kantor Pemda Kab. Bandung menuju daerah Leuwi Munding, udah itu kamu tinggal cari aja desa Campaka sebagai gerbang awal pendakian Gunung Singa.

Buat tarif masuk, karena Gunung Singa ini masih dikelola oleh masyarakat sekitar, jadi nggak ada tarif tetap buat masuk ke gunung ini kayak gunung-gunung yang lain. Bisa mahal banget, bisa murah banget bahkan bisa gratis juga. Dan waktu kemarin gue kesana, gue cuman bayar biaya parkir 20 ribu doang untuk semua motor. Gila buat naik gunung sekeren ini cuman 20 ribu aja. Ramah di dompet banget kan?
Bergatal-gatal di kebun bambu.
Jalur pendakian yang dilewati cukup  jelas dan terbuka dimulai dari imut-imutan di jalur kebun warga, gatal-gatalan di kebun bambu, ngos-ngosan di tanjakan yang kejamnya ngalahin ibu tiri, sampai eksis-eksisan di puncak yang tetep nyeremin.

Sebagai gambaran jalur, Gunung Singa ini walaupun ketinggiannya cuman 1.100 tapi tanjakannya yang bikin nafas kembang-kempis. Dari awal aja kita semua udah dipaksa batuk-batukan kena debu di jalur kebun yang kering yang udah lama nggak kesiram air. Mirip sama hati yang udah lama nggak ada penghuninya. Hapeuk. Bhay
“Woi istirahat dulu kalii!” pinta Mey, salah satu cewe yang ada di rombongan.

“Ah elah, diatas kali yang lumayan landai.. Disini nanjak banget” jawab Heru

“Ahh itu apa! Itu Apaan!!” gue jerit heboh nunjuk ke arah kalajengking yang ada deket sepatu Mey.
Ini kalajengking asli looh..
Anak monyet ekor panjang
FYI :
Buat kamu yang memang lagi hoki, di perbatasan jalur kebun bambu dan tebing kamu bakalan nemuin beberapa habitat kera ekor panjang. Nggak hanya kera ekor panjang aja, serangga, kalajengking, bahkan kamu juga bisa nemuin burung alap-alap di jalur tebing.
Tebingnya nih
Gunung Singa.

Pertama kali ke gunung ini, gue masih belum hapal jalur dan keadaan di gunung ini. Cuman berbekal info yang gue dapet dari bacaan di internet dan info dari temen yang pernah ke gunung ini. Gue mantap naik Gunung Singa.

Ada dua memori yang paling membekas disini,

Pertama.
 

Waktu gue dan temen-temen lagi di area tenda lagi asik-asiknya main kartu dan ngeetawain si Oi yang mau-maunya dibegoin bang Gungun, tiba-tiba gue kepengen foto-foto ke puncak yang emang jaraknya beberapa meter dari tenda. Pas gue nyampe puncak. Tiba-tiba nggak percaya, seakan rahang gue menganga nyampe ke tanah.

Pemandangan citylight yang menakjubkan berhasil menghipnotis gue buat berlama-lama di puncak. Lampu Kota Soreang dan sekitarnya yang gemerlap ditambah lampu ekor dari kendaraan yang berlalu-lalang di padatnya jalanan, bisa terlihat dengan jelas di atas ini.
Gak kalah dari Bukit Moko kan?
Gue memutar badan 180 derajat, dan lagi-lagi gue harus bengong dibuatnya. Gemerlap kota yang gue lihat di sisi tadi seakan lenyap di sudut pandang yang saat ini gue lihat.

Sepi.

Damai.

Tentram.

Sunyi. Pemandangan yang kontras sekali gue dapatkan disini. Di puncak Gunung Singa. Satu sisi gue di buat kagum dengan keramaian kota, satu sisi gue dipaksa membisu dengan pemandangan hutan yang masih tersembunyi.

Sontak mulut gue tertahan dibungkam hati gue yang nggak henti-hentinya bersyukur dari tadi.

Gunung Singa. Pemandangannya nggak seserem namanya
Sisi lain Gunung Singa.
Kontras sekali...

Pokoknya main ke Gunung Singa, kalian bayangin dapet view Bukit Moko dan Tebing Keraton dalam satu area. Gimana, keren bukan?

Gue jalan dikit buat explore puncak Gunung Singa dimalam hari, dan...

Braak. Gue nabrak batu. Pas gue lihat dan diperjelas disorot pake aplikasi senter di HP.

Dan ternyata, itu adalah...

Batu nisan. Gue sorot keatasnya, lalu disitu ada tulisan “Puncak Keramat”

Jleb. Skip.~

Kedua.

Jadi lewatin aja, ya sesi serem-sereman Gunung Singanya ya. Karena udah kebayang kan apa yang gue lakuin pas ngeliat makam tadi. Iya, gue langsung lari sekuat tenaga melipir ke area tenda, bareng temenn-temen lainnya main kartu lagi. Dan lebih milih diam soal nisan yang gue tabrak di puncak. Tujuannya sih biar ngejaga situasi agar tetep kondusif dan nggak bikin orang lain parno. Padahal gue sendiri yang parnoan.
Yang sadar, yang nggak sadar kamera.
Angin lagi kenceng-kencengnya. Udara lagi dingin-dinginnya. Dan cuma serombongan di gunung itu serem juga rasanya. Lalu tiba-tiba gue kebelet boker. Sialan banget emang ini perut. Gara-gara makan mie kebanyakan cabe yang dimasak bang Gungun. Kesel banget kan, udah cakepan maen kartu ditambah api unggun, eh malah kebelet boker.

Lebih sebel lagi, angin lagi gede-gedenya, di puncak Gunung Singa cuma rombongan gue aja, tengah malem.

Parah banget, Ga asik banget. Tiba-tiba Mey ngeliatin gue yang dari tadi gelinjatan mirip cacing kepanasan di puncak gunung.
“Kenapa, Dhan?” tanya Mey yang penasaran ngeliatin gue.

“Ini... Anu... Auuuu... Perut gue bergejolak hebat. ARRGH” Gue jawab sambil nahan.

“Ini genggam aja batu erat-erat” Mey lemparin batu.
Akhirnya gue coba-coba pegangin batu dengan erat, sampai gue tertidur dan lupa sama kebelet boker...

Di pagi esok harinya yang super dingin.

Perut gue bereaksi lagi. Dan kayaknya kesaktian batu penahan bokernya udah mulai pudar. Gue memusatkan fikiran buat bagaimana caranya melipir ke tempat aman buat semedi. Gue pamit ijin ke teman-teman, dengan alasan ingin jalan-jalan sendiri ke puncak satunya. Di perjalanan.

BRUB Pssh.

Angin keluar dari belakang dengan indah, lembut nggak terlalu nyaring, tapi menimbulkan masalah dan berbau tajam. Fak lah, mau gak mau gue musti cepet nyari tempat semedi.

Gue liat sekeliling.

Pasir. Jalur pendakian. Hutan. Pasir. Jalur pendakian. Hutan. Shit. Jalur landai. Fakkk. Pasir. Tebing. Jalur. Semak. Ah Sempurna!

Gue melesat seperti kilat sambil megangin perut. Berharap nggak kebablasan dijalan. Gue nggak peduli ada kera yang ngeliatin juga. Sesampainya di semak-semak. Hap.. Gue ambil posisi semedi. Begitu mau melepaskan hajat.

...Sejenak gue membuka mata, menatap sekeliling, hingga...

Ada sepasang mata pria yang menangkap pandangan mataku...

Ada perasaan yang lain diantara kita, ada pipi yang saling merona merah, ada senyum malu yang merekah diantara kami...

Ada rasa pengertian diantara kami...

Ada...

AH, GUE KEGEP MAU SEMEDI.

END1.

***
 Foto Lainnya :
#backgenic
#backgenic
Yang ini Ganteng kan? Lagi kebelet tuh.
Garang tapi Imut.
Gungun, Rian, Pessa
Heru, Mey, Gungun
#keepsharing
#keepwriting
#staycool

Rekomendasi Untuk Kamu × +

Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

6 Responses to "Pendakian Gunung Singa Soreang : Hiking Satu Hari Dua Kenangan!"

  1. Replies
    1. Ayoo jadi seksi acara daaaah.. Saya ngikut aja hihi

      Delete
  2. Yaaa Allah masih ada yaa nama geng dengan sebutan "CHIBI" ... kalian imut banget sech

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cumilebay here! wooow

      wkwk jadi ngikut lebay nih geng chibi

      Delete
  3. Gan di sana keliatan sunset sama sunrise gaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelihatan Gan, soalnya view di puncaknya bisa ngeliat timur & barat hehe

      Delete

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.