Tegal Panjang Pangalengan “Menyisir Sisi Lain Papandayan”


Tegal Panjang
Update : Kawasan Tegal Panjang sekarang ini (2018) sudah termasuk kawasan Cagar Alam. Jadi Saran dari saya kurangi kegiatan kunjungan ke Tegal Panjang jika dirasa tidak begitu penting.
Tegal Panjang merupakan  hamparan savana di tengah kawasan Gunung Papandayan yang berada di  perbatasan wilayah Kabupaten Garut dan Pangalengan Kabupaten Bandung.  Untuk mencapai kawasan  seluas 46.831 hektar ini, harus ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih selama 6 jam ke arah timur laut laut dari Desa Cibutarua Pangalengan.

Vegetasi kawasan merupakan tipe hutan hujan pegunungan dengan   aneka jenis tegakan kayu serta jenis  tumbuhan yang merambat (epyphit) . Flora yang mendominasi kawasan ini , antara lain pohon Jamuju ( Podocarpus imbricatus ) dan Rasamala ( Altingia excels )
Hijaunya Bumiku
Sedangkan satwa liar di kawasan ini di antaranya lutung ( Tracchypitcus auratus ) babi hutan ( Sus vitasus ) macan kumbang (Panthera pardus melas) dan beberapa jenis burung.

Berada di  ketinggian 1960-1980 meter diatas permukaan laut,  suhu udara pada siang hari cukup panas,  kesejukan khas pegunungan  tidak akan anda rasakan di kawasan ini. 

Udara sejuk , baru terasa menjelang sore hari antara pukul 18.00 hingga pukul 07.30 pagi hari , suhu udara bisa mencapai 16 sampai 21 derajat celcius. Bahkan bisa lebih dingin  jika terjadi terpaan tiupan angin lembah.
Tempat Sunyi baru ada kami saja disini
Perubahan naik turunnya suhu di Tegal Panjang tidak dapat diprediksi . Pukul 05.00 hingga pukul 07.30 pagi merupakan waktu terbaik untuk menikmati landscape Tegal Panjang.

Karena saat itu, kabut tebal yang turun pada malam hari menguap sedikit demi sedikit, di beberapa spot, tercipta ray of light yang mempesona hingga sinar mentari mengangkat seluruh selimut kabut savana.

Berkemah dan menjadikan tempat ini sebagai basecamp selama beberapa hari  sangat memungkinkan, karena terdapat sumber air berupa sungai kecil yang berair jernih dan dapat digunakan untuk melakukan aktifitas seperti masak, mandi dan sebagainya di ceruk-ceruk lembah yang membelah savana.
akan kucari walau kemana wahai Jodohku :D
Ketinggian ilalang di savana ini bisa mencapai ukuran sepinggang orang dewasa di beberapa tempat, dengan tekstur tebal, kasar dan cukup tajam bila kena telapak kaki bila anda menginjaknya tanpa alas kaki .

Tempat berkemah yang baik terletak disebelah barat savana, karena selain letaknya yang agak tinggi sehingga memudahkan anda menyaksikan terangkatnya kabut embun pagi, juga dekat dengan sumber air. Selain itu, terpaan angin lembah yang cukup dingin juga sedikit berkurang karena terhalang pepohonan kecil diareal camp site ini.
Dibalik Lebatnya Ilalang Savana
Perjalanan ke Tegal Panjang dapat dikatakan tidak terlalu sulit, karena mayoritas jalur pendakian cenderung melandai. Rute yang bisa anda lalui, patokannya dari  kantor Desa Cibutarua , kemudian masuk ke perkebunan teh Cibutarua dan dari area ini, anda akan memasuki hutan tropis dengan  jalanan rimbun. Selama perjalanan menuju Tegal Panjang,  anda akan melewati 3 sungai kecil sepanjang lembah yang dilalui.

Eksis mah Ritual wajib kan yaa?
Sebelum menemui sungai, akan melewati jalan setapak yang menurun. Baru kemudian, setelah melewati sungai, akan ditempuh jalan yang menanjak. Dari tiga sungai selebar 1-2 meter yang dilewati , seluruhnya dapat dilalui hanya dengan melompat dari batu ke batu pijakan yang tersedia tanpa harus melepaskan sepatu karena takut basah. Sungai pertama airnya   keruh, namun pada sungai kedua dan ketiga airnya cukup jernih.
Ada yg ngajak welfie ke artis :)
Di daerah sepanjang aliran air sungai, lebih tepatnya bukan sungai, tapi solokan karena lebarnya kurang dari 3 meter, kita akan menemukan selang untuk mengalirkan air bagi kebutuhan  penduduk di perkampungan setempat.

Selang air bertekstur lunak, tidak jauh berbeda seukuran selang yang biasa digunakandi mobil pemadam kebakaran yang akan mengempis bila debit air berkurang dan menggelembung bila debit airnya banyak.

Setelah kurang lebih 3 jam menyusuri hutan, anda akan menyaksikan padang luas terhampar dengan rumput ilalang seakan menari tertiup angin yang terhembus dari Gunung Papandayan. Keindahan alam yang luar biasa. Pantas jika kawasan Tegal Panjang oleh yang pernah pengunjunginya menyebut sebagai “Surga Yang Tersembunyi”.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

6 Responses to "Tegal Panjang Pangalengan “Menyisir Sisi Lain Papandayan”"

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.