Skip to main content

Hipotermia, Penyakit Menakutkan bagi Pendaki Gunung

Konten [Tampil]
Hipotermia, ialah musuh dan ancaman utama bagi semua pendaki, entah itu pendaki senior atau pendaki senior yang telah malang melintang di dunia pendakianpun tak lepas dari ancaman penyakit Hipotermia ini.

Sebagai seorang pendaki gunung, pengetahuan yang mumpuni tentang ilmu dalam mendaki gunung, baik itu berupa ilmu survival, ilmu medan, alat-alat dan berbagai resiko di setiap pendakian. Salah satunya yaitu, Hipotermia.

Dalam satu kasus pendakian. Hipotermia bahkan sampai membuat ancaman besar, mulai dari ancaman terendah yang pendaki hadapi, seperti pendaki akan kehilangan daya tahan tubuh dan membuat tubuhmu tidak berdaya. Sampai ancaman yang terbesarnya adalah dapat merenggut nyawa.

Sampai kita temukkan banyak kasus para pendaki yang meninggal diakibatkan karena mengalami Hipotermia ketika mendaki gunung. Bahaya sekali apabila kita tidak mengetahui tentang Hipotermia.

Lalu sekarang mungkin teman-teman akan mulai bertanya seperti dibawah ini.

Apa sih Hipotermia itu?

Bagaimana pengertian penyakit Hipotermia?

Apa saja yang menyebabkan pendaki bisa terkena Hipotermia?

Bagaimana gejala seseorang ketika terkena Hipotermia?

Bagaimana menangani orang yang mengalami Hipotermia?

Bagaimana mencegah Hipotermia ketika mendaki gunung?

Dalam artikel ini saya akan jelaskan tentang Hipotermia, untuk yang pertama kita mulai dari :

Apa yang disebut Hipotermia.

Hipotermia adalah sebuah penyakit yang harus diwaspadai semua orang. Dan Hipotermia dapat terjadi di semua orang.

Garis bawahi ini. " Hipotermia dapat terjadi di semua orang."

Yaps, Hipotermia adalah penyakit yang bisa datang ke semua orang, tanpa kecuali, faktor utama terjadinya Hipotermia adalah keadaan.

Karena Hipotermia adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami kedinginan yang teramat sangat dingin, sehingga suhu tubuh akan menurun drastis kurang dari suhu normal, yakni 35 derajat celcius. 

Dalam kondisi suhu tubuh terjun bebas dibawah normal, mekanisme tubuh akan kesulitan dalam mengatur suhu tubuh dan mengatasi tekanan suhu dingin yang berada di lingkungan sekitar.

Pengertian Hipotermia

Dikutip dari Wikipedia :
Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.
Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C. 

Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Itu tadi pengertian Hipotermia menurut Wikipedia, sekarang mari lanjut apa saja penyebab utama orang terkena Hipotermia.

Penyebab Utama Orang Terserang Hipotermia

1. Terlalu lama dalam situasi udara yang dingin.
Ada di puncak gunung, tentunya akan sangat dingin, karena angin akan sangat kencang berhembus, selain itu udara lembab sekitar pegunungan akan berbeda dari udara di daerah perkotaan, digunung cenderung lebih dingin.

Terlalu lama berada di dalam kondisi dingin seperti itu dapat menyebabkan terkena Hipotermia.

2. Terlalu lama memakai pakaian yang basah.
Ketika kita sedang mendaki gunung tak jarang hujan akan turun dan membasahi semua pakaian kita walaupun kita sudah memakai jas hujan.

Kondisi inilah yang dapat juga memicu terjadinya Hipotermia, khususnya bagi para pendaki.

3. Mengkonsumsi Alkohol dan Obat-obatan terlarang.
sumber : bestfunnies
Ketika mendaki gunung dilarang keras untuk mengkonsumsi semua jenis alkohol dan obat-obatan yang dilarang.

Walaupun pada nyatanya, tidak jarang kita menemukan oknum para pendaki yang dengan sengaja membawa alkohol dan obat-obatan ketika mendaki. Dengan alasan untuk sekedar "menghangatkan badan" Pernyataan tersebut salah besar. 

Justru dengan mengkonsumsi itu tanpa sadar mereka telah membahayakan diri karena akan rawan terkena Hipotermia.

Itulah tadi beberapa penyebab seseorang bisa terkena Hipotermia, maka setelah kita mengetahui apa saja penyebab Hipotermia, ada baiknya kita juga megetahui cara mencegah Hipotermia ketika kita sedang mendaki gunung. Selengkapnya dibawah ini :

Kiat dalam Mencegah agar tidak terkena Hipotermia saat Naik Gunung.

1. Jangan Pernah Mengonsumsi Alkohol dan Obat-obatan Terlarang ketika mendaki gunung.
Seperti yang dijelasan diatas meminum alkohol dan obat-obatan terlarang adalah salah satu faktor utama Hipotermia. 

Mereka berdalih dengan meminum alkohol akan membuat tubuh mereka hangat, padahal apakah kamu tahu, bahwa dengan mengkonsumsi alkohol akan membuat tubuhmu kehilangan kesadaran akan kondisi sekitar yang sangat dingin. Dan itu otomatis akan membuat tubuhmu terkena Hipotermia dengan cepat. 

Yuk jadi pendaki yang baik.

2. Biasakan, Jangan terlalu lama istirahat ketika mendaki gunung.
Istirahat di dalam pendakian adalah menu wajib yang harus dilakukan ketika kita telah merasa lelah. Apabila rasa capek mu muncul, jangan memaksakan untuk terus mendaki, istirahatlah. 

Namun yang perlu diketahui, ialah kamu jangan biasakan istirahat terlalu lama. Hal ini bisa mengakibatkan turunna suhu tubuh secara cepat, angin di atas gunung yang berhembus ke pakaianmu yang basah karena keringat cukup mampu untuk menurunkan suhu tubuh kamu secara drastis.

3. Jika pakaian basah, segera ganti bajumu!
Kita sudah tahu dalam perlengkaan ketika mendaki gunung, sedikitnya kamu harus membawa dua baju. Yaitu baju ketika di perjalanan, dan baju ketika kamu sedang di lokasi camp yang akan digunakan ketika kamu tidur. 

Selama dalam pendakian baju yang kamu gunakan pasti sudah tercampur keringat dan air sehingga baju yang kamu gunakan menjadi basah. Jika kamu memaksakan memakai baju basah ini untuk tidur, besar kemungkinan tubuhmu akan mengalami kedinginan hebat yang berujung di Hipotermia.

Oleh karena itu, setelah pakaianmu basah, segeralah ganti dengan baju kering yang belum dipakai untuk menjaga suhu tubuhmu agar tetap normal.

4. Jangan gunakan pakaian berbahan Jeans!
Sumber : ulinulin.com
Sangat tidak dianjurkan memakai celana atau baju berbahan jeans. Kenapa?

Karena kalau kamu memakai celana berbahan jin, terus Jin pakai celana apa dong? wk.

Canda ah.

Enggak, Selain karena bahan dasar jeans itu mengurangi daya gerak tubuh, baju berbahan jeans pun sangat berat dan susah sekali kering ketika bajumu basah. Yang ujung nya bisa mudah sekali terkena Hipotermia.

Untuk itu baiknya sebagai pengganti Jeans, bawa dan pakailah celana berbahan dasar dry fit karena bahan ini merupakan kebalikan dari jeans yaitu mudah sekali kering dan sangat ringan untuk dipakai.

5. Persiapkan selalu Jas Hujan.
sumber : metrotvnews
Kita tahu cuaca digunung sangat susah sekali ditebak, kadang sebentar panas, udah itu berkabut, lalu turun hujan.

Maka persiapan dari awal adalah suatu yang wajib kita persiapkan. Salah satunya adalah Jas Hujan.

Benda kecil ini bisa menjadi penyelamat kita ketika diperjalanan naik gunung turun hujan. Untuk itu memakai Jas Hujan adalah suatu yang cerdas untuk mengurangi resiko terkena Hipotermia.

6. Bawalah minuman yang bisa membuatmu hangat.
Nah, untuk yang satu ini kita semua wajib membawanya, minuman yang bisa membuat tubuh kita cepat merasakan hangat, sehingga ketika tubuh kita merasakan kedinginan setelah terkena udara di puncak gunung, dan minum minuman hangat akan dapat kembali menormalkan suhu tubuh kita.

Minuman rekomendasi yang tepat seperti, Jahe Merah, Kopi bagi para pecinta kopi, Teh, Coklat panas, dll. 

Ingat. Alkohol tidak termasuk!

7. Ketika Hujan, teruslah berjalan!
sumber : muftiode-wordpress
Ketika tubuh kita basah karena diguyur hujan selama perjalanan, jangan sampai kita berlama-lama dan berdiam diri di satu tempat tanpa gerakan sedikitpun, hal ini sangat berbahaya sekali karena itu semua akan sangat mudah memicu penurunan suhu tubuh secara drastis.

Gejala awal ketika terserang Hipotermia.

Ketika kita mendaki gunung dan sedang ada dalam keadaan yang rawan terkena Hipotermia, alangkah baiknya ketika kita telah mengetahui gejala-gejala awal dari Hipotermia ini, sehingga kita akan siap ketika ada teman atau pendaki lain yang mulai mengalami gejala awal ini.

Gejala Hipotermia beragam, tergantung kepada level keparahannya. Dikutip dari Alodokter, Ini dia beberapa gejalan Hipotermia dari paling ringan sampai berat :
  1. Kulit pucat dan terasa dingin ketika disentuh
  2. Mati rasa
  3. Menggigil
  4. Respon menurun
  5. angguan bicara
  6. Kaku dan sulit bergerak
  7. Penurunan kesadaran
  8. Sesak nafas sampai nafas melambat
  9. Jantung Berdebar hingga denyut jantung melambat

Cara Pengobatan Orang yang terkena Hipotermia.

Sepeti yang kita tahu Hipotermia adalah kondisi darurat yang harus sesegera mungkin mendapatkan pananganan. Maka dari itu penting para pendaki mengetahui bagaimana cara pengobatan ketika ada orang yang terkena Hipotermia.

Sebagai tindakan awal ketika menangani orang yang terkena Hipotermia ialah ;
  1. Kita harus mencari ada tidaknya denyut nadi dan pernafasan.
  2. Jika denyut nadi sudah berhenti, maka lakukanlah CPR (resusitasi jantung paru)
Bila orang itu masih terdapat nafas dan denyut nadinya, maka lakukanlah tindakan ini, agar suhu tubuhnya kembali normal lagi ;
  1. Pindahkan orang itu ketempat yang lebih kering dan hangat, ingat pindahkan dengan hati-hati, karena gerakan yang berlebihan bisa memicu denyut jantung nya berhenti seketika.
  2. Jika pakaian yang dipakainya basah, maka cepat gantilah dengan pakaian yang kering.
  3. Tutupi tubuhnya dengan selimut atau slepping bag tebal. Atau bisa juga dengan selimut darurat.
  4. Jika orang itu sadar dan mampu menelan. Berikanlah minuman yang hangat dan manis.
  5. Berikan kompres hangat dan kering untuk menghangatkan tubuhnya. Posisikan kompres itu di area leher, dada, dan selangkangan. Hindari juga meletakkan kompresan di lengan atau tungkai karena akan menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru dan otak.
  6. Hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita Hipotermia, karena panas berlebih yang dihasilkan akan merusak kulit dan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.
  7. Temani dan periksa terus kondisi orang yang terkena Hipotermia, dan cari Bantuan segera.
Nah itulah tadi artikel tentang pengetahuan penyakit Hipotermia. Semoga artikel diatas dapat membantu teman-teman dan dapat menambah pengetahuan tentang alam nya.

Terimakasih sudah membaca

Salam Lestari!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar