Ketemu Idola - Masjid Al Fajr

Maksa pisan ya wkwk
Punya kesukaan? *ceklis

Punya kecengan? *ceklis

Punya orang yang disuka? *ceklis

Punya idola dong? *ceklis *pasti

Semua orang pasti punya tuh orang yang disukai. Idola.

Mempunyai idola adalah hal yang wajar bagi setiap manusia. Termasuk aku, bukan deh ralat.

Maksudnya anakku, aku juga punya idola sih tapi yang sekarang akan jadi tema cerita ini adalah tentang idolanya anakku. Jadi siap-siap aja yah bacanya. Jangan bosen!

Sebagai seorang yang telah menjadi istri idaman dan ibu soleha (katanya) dari seorang anak lelaki kecil unyu, aku dituntut harus bisa melayani dan mengurusi mereka dengan pelayanan yang baik. Termasuk mengabulkan keinginan anak. Pasti tau kan ya kalau anak sudah ngebet pengen sesuatu. Gimana ribet merengek nya ke kita? Nah itu yang sedang aku alamin.

Akhir-akhir ini di rumah, ada kegiatan baru, anakku yang paling kecil  tiba-tiba jadi seneng banget hapalin surat-surat al-quran. Fenomena ini sempat membuatku heran dan takjub, sempet aku tanya ketika kenapa ade jadi rajin hapalin quran? Dan ade menjawab dengan polos dan semangat “Ade ingin jadi Hafidz Quran bu!” Masyaalloh...

Hatiku berdegup senang sebagai seorang ibu pada umumnya, mendengar perkataan mulia dari buah hati sendiri.

Usut punya usut ternyata kenapa anakku jadi semangat ngapalin al-quran. Ternyata karena dia suka dengerin bacaan murrotal al-quran salah satu imam muda dari Bandung yang sekarang sedang banyak di gandrungi dari mulai akhwat syari sampai ibu-ibu komplek. Udah ketebak kan? Yes! Its Muzammil Hasballah.

Suara emas anak muda ini berhasil membuat anakku semangat ngapalin quran, dan mungkin sekarang telah jadi motivasi di hati anakku. Bahkan sekarang anakku minta dikumpulin tiap murrotal dari Muzammil ke handphone aku biar bisa di denget tiap hari. Terimakasih Muzammil!

Tepatnya kemarin kami mendapat poster dari infokajianbandung tentang sebuah kajian yang berada di Bandung. Secara gamblang kajian itu akan membahas tanda-tanda pemimpin akhir jaman. Menarik! Dan yang gak kalah menarik disitu ada kegiatan panahan juga solat berjamaah dengan imam Muzammil Hasballah.

Wait... (penasaran)

Muzammil? (kayak kenal)

Waaah! (mikirin keputusan)

Wajib hadir!!! (semangat)

Tapi di Bandung... (galau)

Rumah kita kan di Depok (syediih)

Tapi si ade terlanjut tau acara ini akan dihadiri Muzammil.

“Mamah pengen ke Bandung pokoknyaaa...” Si ade merengek pengen ke Bandung yang ingin nemuin idolanya.

***

Sesampainya di tempat kajian kita dibingungkan dengan kabar bahwa Muzammil hanya akan sampai magrib saja.

DEG

DEG DEG

Hati nggak karuan.. Masa jauh-jauh dari Depok nggak bisa ketemu mas Muzammilnya.. Apalagi pas liat wajah si ade yang sedih. Gak kebayaaang...

DEG

LAGI..

Aku bingung mau cari info kesiapa. Diantara ratusan orang lalu lalang. Aku seperti setrika.. bolak-balik nggak karuan.

Rupanya Alloh masih berbaik hati sama keluarga kami. Tiba-tiba akang-akang yang kebetulan sebagai panitia pelaksana di kajian ini nyamperin dan bilang : “Ibu ada yang bisa dibantu?” Udah kayak ngeliat kesempatan emas aja, aku bilangin aja anakku mengidolakan mas Muzammil, tentunya dengan muka sedikit memelas bahwa kami jauh-jauh dari Depok ke Bandung hanya buat ingin ketemu mas Muzammil doang. *sekalian curhat.

“Yaudah bu tunggu disini sebentar ya,, saya bilangin aja ke Ketua Pelaksana nya, tenang ya bu insyaalloh bertemu kok sama mas Muzammil nya...”

Aku nggak percaya sekaligus terharu banget sama perhatiannya. Aku manggut-manggut aja ngikutin saran akang tadi. Gak bisa ngomong lagi. Hati udah gemeter banget saking nggak percayanya bakalan ketemu sama idola anak saya.

Eh, gimana ya hati gemeteran itu?

Akang panitia itu menghampiri beberapa panitia yang berdiri didepan sebuah ruangan khusus, yang sepertinya itulah tempat Muzammil istirahat. Lalu gak lama kemudian si akang melambaikan tangan menyuruh kami untuk segera menghampirinya.

“Ibu ayo sini! Mangga.. Muzammil nya ada didalam” Aku dengan semangat 45 lari menuju ruangan itu.

Pintu lalu dibuka perlahan, dan terlihat disana ada sosok mas Muzammil sedang duduk lengkap menggunakan gamis dan blezer hitamnya, hanya ada aku, anakku, mas Muzammil dan akang tadi di ruang itu.

Kini mas Muzammil benar-benar ada berhadapan didepanku yang biasanya aku lihat di youtube dan internet. Lalu pintu pun ditutup perlahan untuk menjaga membludaknya orang yang ingin bertemu Muzammil juga. Pas pintu ditutup, si akang ngacir mepet duluan. Rupanya dia juga ngefans berat sama Muzammil -__-

“Ibu ayoo fotoin saya sama mas Muzammil berdua..!” si akang teriak manja.

.....

.........

...Malah minta difotoin duluan...

-____-

Gak menyia-nyiakan kesempatan, sesudah fotoin si akang, aku membawa anak ku yang sedikit malu-malu untuk berfoto bareng mas Muzammil.

Sayangnya, aku gak bisa lama-lama di ruang itu, karena mas Muzammilnya harus segera pergi untuk menghadiri acara besok harinya di Makasar. Akhirnya aku pamit dan bersalaman, tentunya juga meminta doa supaya anak saya kelak bisa menjadi seperti beliau. Juga hafidz quran.


Ade berhasil Foto bareng. Yes!
Foto bareng beres. *Ceklis

Hati lega.

Pengen teriak HORE dan kayang sambil sombongin hasil foto, tapi keburu takut sama rombongan panitia yang berbadan gede itu.

Yaudah. Balik Depok lagi aja.

Bahagia.

Si akang tadi? Terus ngechat nagih minta fotonya dikirim.

Enak aja. Wkwk

Akang Cucok!
Disclaimer :
*Cerita diatas dibuat dari kisah yang ibu Zulfikar ceritakan.
*Tentunya dengan sedikit tambahan dari penulis.
*Semoga si ibu Iklas ceritanya dimuat disini.
*Sekali-kali gak apa-apa ya penulis dibuat jadi sudut pandang orang ketiga.

Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

8 Responses to "Ketemu Idola - Masjid Al Fajr"

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.