Cerita Pendakian Gunung Artapela Yang Bergetar

Sekelibat Artapela

Gunung Semeru

Eh salah, ralat, Gunung Artapela si gunung gemes yang lagi masa-masanya naik daun, ribuan postingan instagram berhastag #jejakumurku #Artapela maksudnya lengkap dengan filter ala-ala dan beberapa review blog travel telah sukses membawa gue dan geng chibi-chibi memutuskan buat mendaki Gunung Artapela ini.
Baca juga : Foto Jalur Pendakian Puncak Sulibra Gunung Artapela
Sedikit emang masih asing ditelinga para pemburu ketinggian dengan keberadaan eksistensi gunung gemes yang satu ini. FYI Artapela sendiri adalah sebuah gunung yang berada di daerah Kecamatan Kertasari, berbatasan dengan Pangalengan, Bandung Selatan, Jawa Barat. Dengan ketinggian 2194 meter diatas permukaan laut.
Ojek tas nih gaes.
Berbekal hanya info artikel pendakian Artapela dari blog di internet. Trek jalur yang didominasi oleh perkebunan warga dan nggak bakalan ngelewatin hutan semakin memantapkan niat gue buat melengkapi trip akhir tahun ini. Gunung ini cukup ramah bagi lutut gue yang emang kebanyakan sering minta duduknya ketibang diajak lari. Duh jompo banget ya ogut.

Semua tau lah ya, kalau mendaki gunung itu perlu persiapan yang bener-bener matang, dan bahayanya gue nggak nyiapin itu kemarin. Dilihat dari ketinggiannya yang cuma 2194 mdpl dan treknya yang cuma ngelewati kebun-kebun warga pengen banget gue bilang gunung ini cemeeeen.

... Tapi ya tuhan.

Jalur datar diawal pendakian Artapela itu sama kayak kamu yang selalu sengaja membungbungkan rasa ini sampai langit lalu melepaskan dan menerjunkan bebas ke dasar jurang yang gelap menganga.

((MENGANGA))

PHP bangett.
Plis-skip-aja-bapernya.

13 orang, 5 wanita korban cinta. 8 pria yang sibuk menata hati. Terdiri dari 3 pria hore-hore. 2 pria galau akan masa depan. 2 pria yang muncul di gelapnya malam. 1 pria ber topi hitam dan berkeril hijau menyala dengan kegantengannya. Minta digebuk.

Kaya yang gue bilang diatas, rombongan pendaki ini bervariasi, kebetulan salah satunya adalah penghobi motor balap yang kepengen nyobain hobi baru mendaki gunung, dan roman-romannya dalam pendakian kali ini dia bakal melesat bak motor yang dipacu diarena sirkuit. Namanya Heru. Perawakannya sedikit gempal berkulit sanggar khas pembalap, ngeri pokoknya. Nyatanya, malah Heru yang pertama kali bilang :

Bang Heru. Muka Rambo hati Rinto.

Sambil nunjuk-nunjukin area yang sedikit landai. Yang kemudian disambut dengan sorak soray 3 pria tim hore. Saat itu gue jadi ragu, apakah rombongan ini sanggup sampai puncak? Tapi jujur saat itu melihat trek yang basah licin khas perkebunan, gue juga sempet sih mikir kenapa nggak bikin tenda disini aja. #lah.

Becek ga ada ojek. inframe : Pessa, Heru
Nanjak gunung saat hujan memang bakalan lebih parah dan beratnya jadi dua kali lipat, apalagi untuk trek gunung seperti Artapela yang kebanyakan didominasi kebun warga akan sangat menyulitkan bagi pendaki untuk manjat, campuran tanah kebun dan guyuran air hujan bakalan menyulitkan kaki untuk berakselerasi dengan tanah, cuman ada dua pilihanya kalo nggak hati-hati berpijak, yak paling meleng dikit langsung terjun bebas. 

Die...

Sebelum naik kita diwajibkan untuk mengisi data dan melakukan simaksi, kebetulan kemarin gue yang bertindak sebagai pemimpin dan penanggung jawab rombongan. Keselamatan dan keutuhan tim pendakian kali ini gue yang tanggung jawab. Gue mulai bergumam dalam hati “Sebegitu besarnya kah tugas seorang ketua?“

Kita semua pernah tau cerita tentang gimana peranan seorang superhero yang  siap melindungi dan memberikan rasa aman. Kayak di film-film superhero ketika kelompok orang lagi dalam bahaya, nyawa mereka terancam terus tiba-tiba seorang pahlawan datang untuk melindungi mereka dan berteriak ‘tenang.. semua akan baik-baik saja!’.

Dan begitu yang gue rasain waktu itu sebagai ketua rombongan. Walaupun hanya sekelompok orang, tapi itu adalah teman-teman gue, entah kenapa rasa melindungi gue naik 100 persen. Dengan adanya mereka ditengah-tengah pendakian ini, gue jadi semangat.

Hati gue bagai terpompa.

Di perjanan. Gue mendaki dengan semangat. Hap! Walaupun kabut berganti dan hujan yang sedikit membuat perjalanan menjadi lama akhirnya rombongan sampai dipuncak dalam waktu yang cukup fantastis sekitar 5 jam perjalanan. Satu tugas gue telah berhasil dilakukan.

Gue dan rombongan udah nyampe di puncak dengan selamat. Satu malam gue habiskan dipuncak Artapela.
Teh Eva inframe

Tinggal satu lagi yang belum. Kembali bersama-bersama ke basecamp awal pendakian dengan selamat. Gue mengaktifkan kembali ‘tombol superhero’ dalam tubuh gue. Sekali lagi,
Hati gue bagai terpompa.

Adrenalin gue menggila.

Gue mulai menuruni gunung dengan penuh semangat. Hujan saat perjalanan naik aja gue bisa, apalagi sekarang pas turun yang pasti nggak bakalan ngos-ngosan, gue sombong. Hap! Kaki gue mengayun kemana-mana. Ikatan kerir gue eratkan. Gue berteriak dengan lantang "Hati-hati jaga kondisi masing-masing dan rombongan!" dalam kepungan kabut gue berteriak liar. Keras. Bijak. Cadas. Mantap. Gue mencoba melihat, mengawasi kesegala arah dan gue sadar betapa kerennya gue saat itu. Siapa tau ada yang naksir dengan gaya macan prematur cadas gue ini. Lalu malang tidak dapat ditolak tiba-tiba...

Srek..! GDEBAG GDEBUG... GURUSUK!!

GUE JATOH.

Histeris.

Ada yang teriak. 
Ada yang menjerit. Semua langkah terhenti mencoba mencari sumber dentuman suara itu. Sial! Gue kesandung rumput ilalang yang di iket satu sama lain yang sudah disetting sedemikian rupa untuk dijadiin jebakan.  Semua mata tertuju ke gue. Gue merasa seperti supermen yang lupa memakai kolornya. Gue merasa malu abis.

Ada sekitar sepuluh detik, gue mencoba menghilangkan rasa malu ini. Gue ingin menguasai keadaan. Mungkin gue harus teriak dan mulai memaki orang yang udah iseng ngiket rumput itu. Tapi entah kenapa gue merasa ini gak bakalan berguna. Otak gue mulai berfikir keras. Ada pilihan bagus, gue akan teriak “Tenang semua, tenang! ini hanya lelucon dalam pendakian!”  Enggak, gue tau mereka bakalan nggak percaya dengan itu. Gue rela gue iklas kegantengan gue turun 2 persen dan gue lebih suka menyebutnya ini “Jatoh Dengan Gaya”.

Rombongan?
Mereka ngakak guling-guling.

 ***

Lupakan aib tadi.

Seperti cerita gue diatas anak muda zaman sekarang multifungsi pada hebat-hebat.. Ada pembalap yang juga jadi pendaki, ada yang jago nyepik cewek, ada pria yang nyamar jadi cewek #lah pagi-pagi berangkat kantor, malam galau, wekend fotographer sekaligus artis nya sendiri.

Ini ada sedikit persembahan buat fans #Jejakumurku garis keras. Fans apalah-apalah . Klik video nya Like dan subscribe channel gue ya haha.

Sampai jumpa lagi di pendakian selanjutnya.



Seperti biasa,
Keep writing
Keep sharing
StayCool
----------------------------------
Take nothing but pictures.
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.

----------------------------------
Ps: jangan sekali-sekali remehin gunung.
----------------------------------
Solat jauh lebih penting daripada baca blog ini.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

10 Responses to "Cerita Pendakian Gunung Artapela Yang Bergetar"

  1. diih bang cerita lu kebangetan gkgk

    btw.. Jatuh dengan gaya itu gimana seh anunya.. itu maksudnya Muka bang Mukaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ummhh ya gitu dehh.. gitu nganuu pokoknya... huaaa tau ah hahaaha

      Delete
  2. Leh uga nih kayanya buat nanjak-nanjak manja... Sekarang masih lupa make kolornya gak?

    ReplyDelete
  3. Wkwkwkkwk...kocak banget ceritanya.... kaya baca buku lupus....

    ReplyDelete
  4. Gunung artapela emang maknyos banget, kalau siang panass, kadang ademm, klo mlem dingiin plus angin. yah pokok nya mah buat pendaki pemula seperti saya cocok banget lah nanjat gunung artapela

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap bang. Sama pasangan kesini nih hihi

      Tapi kabarnya bulan puasa sekarang mau ditutup dulu ya hihihi

      Delete
  5. Mantap bang. Sama pasangan kesini nih hihi

    Tapi kabarnya bulan puasa sekarang mau ditutup dulu ya hihihi

    ReplyDelete
  6. oh ini toh artapela... duh seneng nih liat yg gemas-gemas.. coba ah abis musim ujan... hihihihihi... thanks for sharing min

    ReplyDelete

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.