Skip to main content

Hal yang harus Dipikirkan antara Pacar dan Sahabat

Konten [Tampil]

Foto dari bang Pesa
Hidup adalah soal pilihan, tapi percayalah, menyerah bukan pilihan yang keren.

Kamu menyerah karena patah hati? Coba pikir lagi. Kamu menyerah karena baru saja putus dari pacar? Coba pikir lagi. Kamu berhenti mengejar sukses mu  hanya karena masalah kecil yang berpusat di hati? Come on! Coba pikir ulang.

Ingatlah kamu, wahai manusia keren. Diluarsana, ada mahluk yang berusaha sekuat tenaga hanya demi bisa tengkurap. Iya, kecoa memang se-istimewa itu demi bisa tengkurap.

Diumur segini (masih abg), kayaknya gue udah beberapa kali mengalami patah hati. Gue selalu berhasil melewati proses penyamaran nangis di guyuran hujan yang selalu kita rasakan ketika patah hati.

Mulai dari uring-uringan nggak jelas di dalam kamar, curhat terselubung via now playing, hingga melakukan sebuah perbuatan tercela (baca : stalking tanpa henti).

Semuanya sudah pernah gue lakukan.

Hipotesa gue, selama proses dalam menyembuhkan luka hati, sepertinya manusia nggak bisa memulihkan hatinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ambil gue contohnya, Setelah gue murung selalu aja ada yang peka pertama kali, ibu gue. Yang biasanya makannya banyak, sekarang jadi sedikit kayak Putri Indonesia, yang biasanya tidur merem, sekarang jadi ganteng. Pokoknya gue berubah. Setelah perilaku gue berubah seratus delapan puluh derajat, selalu ada yang tau akan ini, sahabat gue.

Namun seiring berjalannya waktu, kualitas akan menunjukan kelebihannya.

Seprestisius apapun pacar kamu, ia tak akan bisa membawamu ke dalam perjalanan yang jauh, sebab sejatinya, tuhan nggak ikut campur didalamnya, ia hanya terbentuk dari sepasang hati yang saling bercanda. Sebaliknya, sekonyol apapun sahabat kamu, ia akan selalu siap menyatu dengan tingkah aneh kamu, bagaimanapun itu, sebab ia adalah “aset berharga” sebagai pelengkap yang tanpa sadar kamu miliki setelah Tuhan dan Keluargamu.

Gue memang sedang berbicara tentang perasaan, bukan soal perbandingan kualitas. Tapi silahkan jika kamu mau menarik garis lurusnya.

Sebab, pada akhirnya, sahabat juga soal pelengkap diri.

Pesan : Solat jauh lebih penting daripada baca blog ini
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar