Semua Akan Cie Cie Pada Waktunya

Ngambil dari sini
Hae

Gimana kabarnya mblo ?

APAAH!! SEHAT??

Khan harusnya sedihh :(

Adan hadir lagi nih, namun dengan tulisan sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini ogut akan bagiin nih tulisan yang ogut copy dari pesan di Whatsapp. Mau tau sinopsis nya ?

Wajib Tau donk!!

Jadi diawali sore kemarin dikala rintik hujan mengguyur mobil sepanjang jalan Tol Padaleunyi, aduh apaan sih ini tulisan #bhay! Tapi serius kemarin ogut lagi kasmaran.

((KASMARAN))

Sejatinya ogut juga manusia yang punya rasa ingin memiliki. Apalagi cinta. JEDEER!! Ada seorang temen Adhan, bisa dibilang sahabat spesial hihi. Doi chat pertama

TENG.. TENG.. *nada wasap

“ Mau jadi pinjem buku teh ?” Dia ngchat OMG! Waw!
“ Mau donk” Jawab gue sok adem
“ Yaudah bawa kerumah, apa mau JNE? Tapi aku mau pergi dulu ke Sumedang”

...

Dari mulai ngobrol-ngobrol chat biasa, sampe Nglantur, Ngayal, Flashback,  dan sampe akhirnya tanya-tanya soal masa depan. Waw (2) MASA DEPAN..


***


STOP DAN!! LU MALAH CURHAT MANA ARTIKEL NYA!!

Okay ini artikel nya :(

Genre nya lebih ke artikel Religius (ciye genre) . Tentang perbedaan seluruh sifat Cowok dan Cewek yang dikupas hampir komplit mulai dari segi Psikologi sampai kepada perbedaan sifat-sifat yang dibawa masing-masing dua mahluk penghuni dunia ini.

Ogut dapetin dari chat WA kemarin terus sercing di mbah Gugel siapa penulis nya kemudian ketemu sumber nya dari user facebook milik Hasan Al-Jaizy yang menulis artikel ini, dan lumayan juga sudah mencapai 700-an share. Amazing kan ?

Buat kamu-kamu yang mau baca siapin deh pipi kamu buat cengar-cengir baca Artikel karya dari Hasan Al-Jaizy ini.



[Semua Akan Cie Cie Pada Waktunya]


Dari sekian majelis yang pernah saya belajar di dalamnya, saya melihat perempuan lebih rajin mencatat. Kebalikan dari laki-laki. Malas mencatat. Tapi tidak jarang saya dapatkan laki-laki malah lebih bagus jawabannya dibandingkan perempuan, padahal tidak mencatat. Apa yang bisa dipelajari dari sini? Yang bisa dipelajari adalah :

Bahwa laki-laki lebih menguasai hal-hal global daripada perempuan.

Bahwa perempuan lebih menguasai hal-hal rinci daripada laki-laki.

Makanya, pemetaan pikiran laki-laki biasanya lebih global, simple, meluas dan tepat dibandingkan perempuan yang kadang pemetaan pikirannya lebih fokus ke furu' mufashshalah (cabang-cabang rinci) yang bahkan kadang menurut laki-laki gak penting sama sekali. Contoh :

Laki-laki kalau mau safar, modal dengkul juga jadi. Simple. Tapi perempuan? Jangan harap cuma modal pakaian. Perempuan lebih berfikir ke furu', sampai minyak kayu putih, bahkan sampai memikirkan jarum. Kayak mau nyantet orang aja.

Laki-laki kalau mau ke kajian, atau ke mall, atau ke pasar, atau ke kantor, tidak begitu memikirkan kosmetik. Asal baju rapih dan matching, selesai. Jangan tanya perempuan tentang mereka saat mau pergi ke sana.

Laki-laki saat di kajian, mendengarkan ustadznya, sambil menata mind-mapping global. Rincinya tidak penting-penting amat. Ego dan rasa 'keperkasaan' mereka akan berkata, 'Ah, gue juga bisa mikirin rincinya sendiri tanpa di-talqin'. Beda sama perempuan, mendengarkan ustadznya, sambil banyak mencatat.

Sehalaman, dua halaman, sampai banyak. Setelah itu ya sudah. Kalau diadu sama laki-laki, malah bisa kalah. Karena laki-laki lebih menguasai ushul, sedangkan perempuan lebih menguasai furu'. Dan mereka yang menguasai ushul, lebih layak jadi pemimpin daripada yang lebih dominan penguasaan furu'. Iya. Kalau diadu sama laki-laki, malah bisa kalah. Tapi kecenya, kalau laki-laki ternyata yang kalah, mereka akan beralasan,

'Ya wajar lah, wong akhwat pada nyatet, saya nggak.'

Gak wajar, mas. Antum cuma jiping (ngaji kuping), jihadnya di telinga doang. Beda sama akhwat-akhwat itu, mereka jihadnya di kuping, tangan dan hati. Jihad di kuping? Ya dengerin. Jihad di tangan? Ya mencatat. Jihad di hati? Ya menahan perasaan supaya ga suka sama ustadznya

Laki-laki itu exist di pertama. Dia bisa berfoya dengan kemegahan. Tapi semegah-megahnya bujang dan jomblo, kalau belum beristri, maka kemegahannya ghayru mu'tabar (gak teranggap). Malah dunia akan tertawa kalau seorang bujang sudah mapan tapi belum mau beristri. Mencari ilmu pun tidak. Ini abnormal. Perlu dipertanyakan dosis kelelakiannya.

Diambil juga dari Google keyword kaya tadi.

Coba tengok kisah Nabi Adam.

Nabi Adam alaihissalam, awalnya tinggalnya di surga. SURGA! SURGA! Apa sih yang gak enak di Surga? Enak semua, bro! Apa-apa azek. Tapi semegah-megahnya taraf hidup beliau di Surga, tetap saja beliau suatu kala merasa murung. Ada yang kurang. Ada fitrah yang belum dilengkapi. Ada relung jiwa yang belum diisi. Perempuan. Ah, itu dia. Hidup laki-laki sehebat apapun tetap saja dependant pada makhluk halus bernama 'perempuan'. Maka, Allah berikan pasangan buat Nabi Adam. Senang....

Tapi memang sudah lazimnya. Ujian mesti ada. Susah senang tetap saja ada ujiannya. Nabi Adam meminta perempuan, namun kemudian dengannyalah beliau terjatuh. Ke bumi. Ke dasar. Cobaannya ada.

Makanya, jangan mengira after-marriage itu ketemunya Surga doang. Salah besar. Ujiannya banyak. Kegalauannya malah lebih banyak, lebih rutin dan lebih tinggi intensitasnya dibandingkan kegalauan bujang. Tapi tentu saja penyembuhnya lebih available dibandingkan buat bujang. Semua itu kalau di-manage sesuai syariah, bakal berpahala besar.

Dan dari semua kegalauan, baik sektor ekonomi, sosial, dan psikologi, ternyata laki-laki sangat matching untuk menghadapinya bersama perempuan. Tidak bisa satu doang. Harus berdua. Kenapa? Karena laki-laki lebih menguasai ushul, sedangkan perempuan lebih menguasai furu'.

Dari sektor ekonomi, laki-laki lebih mampu mencari uang banyak dan memang keharusannya mencari nafkah. Pas awal bulan (bagi orang kantoran), seluruh atau sebagian uang di-manage istri. Ada nafkah khusus buat istri, ada juga dana umum. Istri, yang lebih suka masalah furu', bakal lebih mampu handle ini. Really. Kalau laki-laki yang handle beginian, istri bisa terzhalimi. Rumah tangga bisa rapuh. Sudahlah, biar ditangani istri. Nanti pas belanja bulanan, di market istri cari semua barang di semua rak, suami cuma cari satu: bangku. Hehe.

Dari sektor sosial, laki-laki tidak begitu suka kepoin orang secara detail. Beda bingits sama perempuan. Makanya, tensi ghibah perempuan lebih besar daripada laki-laki. Makanya juga, anak-anak ngaji yang lebih suka ngomongin fulan dan fulan, itu lebih layak digelari 'banci mengaji' dibandingkan anak ngaji. Mirip perempuan. Makanya gan, jangan mengetahui personal seseorang secara detail, karena pengetahuan tersebut bakal mendorong untuk berghibah. Kecuali personal Rasulullah. Itu lain lagi.

Baiklah. Kemudian, istri lebih bisa dijadikan senjata untuk urusan-urusan sosial. Arisan, rukun tetangga, musyawarah di gerobak sayur sambil acak-acak barang dagangan, kajian-kajian kampung dan pesta pernikahan. Itu semua girly (baca: emak-emak) banget. Tentu saja aneh jika arisan hanya dikuasai laki-laki, lalu para bapak-bapak ngegosip di gerobak sayur. Gak pantes. Makanya, kalau mau siarkan nikah di kampungmu, tidak usah repot-repot buat kertas undangan. Irit aja. Itu buat orang jauh aja. Untuk sekelurahan, cukup bicara sama nenek-nenek atau emak-emak "Saya mau nikah sama "namalengkap(spasi)tanggal(spasi)dimana(spasi)kok bisa ya?""

Dari sektor psikologi: laki-laki dengan keperkasaannya akan rapuh tanpa perempuan, dan bisa mudah rapuh karena perempuan. Perempuan dengan kelembutannya bisa menjadi pejuang gigih karena laki-laki. Berjuang sabar, tekun, baik-baik dan...

Sumbernya masih Google kok.

Siapapun dari sesiapa punya harapan tentang siapa, namun siap-siaplah. Jangan sampai hanya berharap tanpa bekal dan perjuangan. Semakin besar perjuanganmu dan kesabaranmu, menunjukkan semakin kamu menghargai harapanmu sendiri dan menghargai dia yang kamu harapkan. Iya, menghargai dia, yang kamu harapkan. Barangsiapa yang menghargai, ia akan dihargai.

Tetaplah kamu laki-laki menjadi pemimpin

Tetaplah kamu perempuan menjadi sandaran pemimpin

Saat kamu datang ke kondangan "fulan vs fulanah", mereka akan bertanya 'Kapan kamu nyusul'. Sakitnya tuh di sana sini.

Pas ngobrol asik-asik sama temen-temen, mulai ada yang membahas topik begitu, 'Kamu kapan?' Sakitnya tuh di perasaan.

Lihat pasangan gandengan enak banget. Lalu, karena gak ada yang bertanya, malah diri sendiri yang bertanya, 'Saya kapan?' Sakitnya udah gak pake perasaan.

Kalau mengingat pertanyaan 'Kamu kapan?' 'Kamu kapan?' 'Kamu kapan?', rasanya sendi-sendi begitu sakit. Memang, sendi-sendi biasanya sakit karena sendirian.

Tapi percayalah, kamu ga usah banyak kirim biodata, cukup perbaiki diri, kirim proposal kepada Allah setiap selesai shalat dan setiap 1/3 malam terakhir, jaga diri, pantaskan diri dan tawakkal, maka :

"Semua Akan Cie Cie Pada Waktunya"


***

Kalo mau kepo tentang sumber dari tulisan ini. bisa langsung aja masuk ke facebook lalu search nama doi. atau Klik aja disini.

Makasih ya udah rela baca panjang banget. #Bhay!

Tetep :
Keep Writing,
Keep Sharing,
Stay Cool & Calm


Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

23 Responses to "Semua Akan Cie Cie Pada Waktunya"

  1. Aciaaaa bahasan nya serius gini eung ngeri bang Adan wkawkak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kali-kali dongs nes biar kagak jenuh terus nih hihi

      Delete
  2. Nice post judulnya lucu "semua akan cie cie pada waktunya"

    ReplyDelete
  3. tulisannya agah mendramatisir gan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesuai zodiak gue gan yang penuh dengan dramaa wkwk

      Delete
  4. oke, jadi, kapan nyusuul? ;p haha

    ReplyDelete
  5. Hi mas Ginanjar,
    Apa kabar? salam kenal dari saya, yang paling menarik buat saya " Semua akan cie cie pada waktunya." Hehe thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah baik mas katon, kemana aja baru keliatan lagi mas haha

      Delete
  6. ane izin bookmark yah gan pengen ane nacain ke teman - teman ane nih cie ciee

    ReplyDelete
  7. wkwkwk agan cie cie dapat inspirasi ngeblog artikel ini darimana sob?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pasti dari status orang + dibumbui pengalaman hidup wkwk

      Delete
  8. Dan lu pasti udah kebelet merit kan.. hayooo ngaku wkwkwk kaboerrrr

    ReplyDelete
  9. kayaknya saya belum tiba waktunya untuk cie cie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue doain deh ya biar cepet dapet cemewew bang :D

      Delete
  10. Iya sih, cowok lebih komplek di banding cwe bang, saking simpelnya cwo gue mah ke mall pake baju kaos sama sendal jepit nonton pilem enjoy aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. "saking simpelnya cwo gue... " anjir gue malah gagal faham ke kalimat ini dong :v

      Delete
    2. Koma nya ketinggalan, asli gue gak punya cwo bang -__-

      Delete

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.