Untuk Yang Sekarang Menjadi Imamku

our first date
Bagiku, ini akan menjadi awal perjalanan antara ujian sekaligus nikmat terpanjang yang kualami saat aku memutuskan untuk menikah di usia ke-21 tahun.


Keajaiban dari Allaah subhanahuwata'ala yang tak pernah kubayangkan sebelumnya :') Allah selalu membuatku terharu dengan rencana-rencana Nya.

Seperti cara dimana Allaah kembali mempertemukan kita dalam ibadah suci ini untuk menyatukan visi dan misi bersama yg masing-masing sudah kita rencanakan.

Jika sebelumnya lidah ini kelu menuliskan kata-kata mesra untukmu, karena aku belum berani mengatakannya jika belum ada ikatan halal antara kita. Yang ada hanya akan membuat Allah murka. Dan aku tidak mau lagi mengulangi kesalahan dulu.
Namun sekarang aku berani mengutarakannya sayang :)

Dear suamiku..
Terimakasih banyak, selama ini kamu sudah mau menjaga kehormatanku sebagai seorang muslimah dengan tidak mendekatiku.
Memperlakukanku dengan baik dengan memperhatikan syariat-Nya. Semoga kamu mendapatkan pahala dari Allaah atas semua kesabaran dan penantianmu selama ini.

Dear suamiku..
Masih terlintas jelas diingatanku ketika kita sama-sama memutuskan untuk berubah dan berpisah, tanpa ada rasa mengharap satu sama lain lagi. Memperbaiki kembali cara hidup kita masing-masing. Menata prioritas menjalani tugas kita sebagai hamba yang seharusnya taat pada Tuhannya. Lalu, kamu pergi menjauhiku dengan sisa iman dihatimu, dan akupun pergi menjauhimu dengan rasa berat, namun berusaha ikhlas.

Dan kita hanya mencoba pasrah saja dengan takdir Tuhan di masa depan. Tentang bersama dan dengan siapa kita berjodoh.

Dear, suamiku..
Geli rasanya kalau ingat masa lalu :)
Namun ingatkah ternyata kita sudah melewati cukup banyak rintangan dan ujian dari-Nya ?

Seperti,
Sulitnya menahan-nahan untuk tidak bertanya bagaimana kabarku dan kabarmu.
Sulitnya menjaga pandangan dari pertemuan kita yang tak disengaja.
Sulitnya menghindari percakapan yang tak begitu penting dalam chat dan sosmed. (Blokir lah yg selalu menjadi jurus andalan 😂)
Dan..
Sulitnya bersabar dan ikhlas satu sama lain, apalagi ketika kamu tahu ada beberapa orang yang juga sedang menjalin taaruf denganku.
 (Mungkin ini yg tersulit bagimu wkwk🙏)

Tetapi apakah kamu tahu suamiku, alasan apa yang pada akhirnya aku mau memilihmu?

Pertama, karena kamu adalah orang yg pertamakali mengatakan mau melamarku namun juga mau menunggu kesiapanku. Cukup terdengar egois, namun tetap saja pada saat itu aku dan kamu tidak boleh menggantungkan harapan satu sama lain. Meski kamu sudah memiliki niat baik ingin menikahiku

Kedua, Kita memang pernah kenal lama sebelumnya, namun lamanya mengenalmu bukanlah menjadi alasan kuat bagiku untuk memilihmu. Justru ternyata dengan caraku menjauhimu dan kamu menjauhiku Allah perlihatkan bagaimana sifatmu. Bagaimana cara mu menjaga diri dan kesabaranmu.

Dan ketiga, yg terakhir.
Aku yang sebenarnya hanya bisa menilaimu dari jauh. Tidak juga menanyakan pada teman dekatmu seperti apa dan bagaimana sifatmu yang sekarang. Sudah berubah atau belum? Namun aku hanya bisa melihat beberapa dari perubahanmu, dan aku mulai kagum. Ketika kamu mau menjalankan sunnah Rasulullah. Semoga kamu istiqomah dengan perubahanmu itu dan tidak hanya hijrah pada penampilanmu semata.

Hanya Melalui doa-doa dan istikhoroh, Allah lah yang menunjukkannya dan memberikan keyakinan padaku untuk memilihmu.

Maafkan aku jika saat itu terlalu lama membuatmu menunggu untuk memberi kepastian. Karena ayahku begitu selektif memilihkan jodoh untuk putrinya. Di sisi lain aturan ayah yang memberi izin menikah namun dengan 1 syarat, menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu.

Aku hanya bisa berdo'a dan memasrahkan segalanya pada Allaah, bahwa dengan siapa dan kapanpun aku berjodoh, aku hanya akan memilih satu saja, yang kulihat hanya dari agamanya.

Sebenarnya, kalau boleh jujur. Awalnya aku tidak yakin, Ayahku akan memberikan izin dan menerimamu. Apalagi dengan menikah di usia muda yang kita pun belum menyelesaikan kuliah masing-masing 😂.

Tapi ternyata Allah memberikan keajaiban, entah hidayah seperti apa yang Allah berikan pada ayahku, mengapa beliau jadi mau mengijinkan putrinya menikah sebelum lulus kuliah. 😃
Begitupun aku kaget mendengar kabar darimu bahwa ternyata kamu pun diberi izin orangtuamu untuk menikah meski masih proses kuliah.

Akhirnya 11 mei 2017, kamu membawa keluargamu ke rumahku untuk mengkhitbahku. Namun saat itu kita belum bisa menetapkan kapan waktu untuk menikah.
Banyak sekali pesan dan amanah yang ayahku berikan untuk kita. Tenang saja tantangannya tidak hanya untukmu hehe

Dari mulai persiapan sebelum menikah bagaimana konsep acara menikah nanti, betul-betul difikirkan keluarga.
Namun ada satu hal yang membuatku bangga pada ayahku sendiri.
Dia tidak ingin putrinya menjadi wanita yang gila dunia. Dia hanya mengatakan padaku "Jadilah sebaik-baik muslimah. Yang meminta mahar paling murah. Dan menikahlah dengan cara yang sunnah rasulullah ajarkan. Tidak perlu berlebihan. Cukup semampu kita saja."

(Konsep menikah yang ayah buat, akan dicantumkan di mybio)

Darisanalah kemudian aku berfikir, mengapa harus ditunda lama lagi, aku niatkan menikah untuk ibadah. Dan saat itulah aku memutuskan untuk mengatakan aku siap jika harus 2 bulan dari jarak khitbah kemudian menikah denganmu.
Izin dan ridha orangtua lah yang paling penting. Dan dengan mudahnya Allah mudahkan proses itu.

Kini... Penantian itu telah berakhir
Penantian kita yg cukup panjang,
Lihatlah bagaimana indahnya skenario yang Allah takdirkan untuk kita.
Jika kita mau sedikit sabar dan mau taat dengan aturan-Nya sebentar saja.

Entahlah bagaimana jadinya jika dulu kita memilih jalan yg salah :'(
Memilih hubungan haram diluar pernikahan?
Kalau aku, lebih baik mundur saja. Jika kamu hanya mengajak aku pacaran sebelum halal :(
Kelaut ajadeh *eh😂

Alhamdulillah saat itu Allah masih memberikan hidayah dan kesempatan kita untuk berubah.

And the happy ending is..
Pada hari Senin, tanggal 17. Bulan 7. Tahun 2017. Kita melangsungkan akad nikah, dengan balutan walimah yang sangat sederhana, tanpa dekorasi panggung, tanpa hiburan, tanpa kartu undangan 😂 dan kemewahan semacamnya. Benar-benar sesuai kemampuan kita saja, dan berusaha sesuai sunnah Rasulullah..

Namun mungkin menjadi keterbatasan untuk kami pribadi, tidak semua dari sahabat-sahabat kita yang diundang menghadiri walimah kami, kami memang mengutamakan keluarga dan para tetangga yang datang. Untuk itu mohon pengertiannya jika ada teman-teman yang kecewa mengapa tidak kami undang satu-persatu 🙏

Tidak apa-apa tidak menyaksikan pun, cukup do'a bagi kebaikan rumah tangga kami dari teman-teman sekalian. Kami sudah sangat bahagia sekali. 💕

Ini ada sedikit oleh-oleh saat akad kami berlangsung di Kantor Urusan Agama.
Ternyata menikah itu mudah ya jika sudah siap dan mau menjalankannya. Allah sudah persiapkan konsep menikah yang memudahkan kita, so yg bikin ribet itu, cuman adat dan gengsi. Hihi✌😊 berharaplah bahwa dengan menikah, kita ini hanya mendapat ridha dan keberkahan dari Allaah saja.

Selepas akad itu,
Tak bisa kubendung lagi air mata ini.
Air mata kesabaran
Air mata syukur
Air mata bahagia

Inilah aku, yang tak sempurna..
sahabatmu dulu, si gelang kulit yang sekarang sudah menjadi istri sahmu.
Maafkan aku yang dulu pernah khilaf, mengagumimu dengan cara yang salah.
Namun kini Allah telah kembali menakdirkan kita bersatu dalam ikatan halal.

Sekali lagi,
Terimakasih kamu sudah mau menerima segala kekuranganku a :')
Banyaknya kekuranganku tolong dilengkapin ya a :')

Semoga dengan kedatanganmu dikehidupanku ini menjadi penyemangat baru bagiku untuk selalu taat beribadah pada Rabb-ku, begitupun kedatanganku dikehidupanmu, semakin menjadikanmu hamba yang lebih taat lagi dlm memperdalam ilmu Agama💕

Semoga kamu mampu menjadi imam yang dapat membimbing dan mengajariku bagaimana mencintai Allah dan Rasulullah, bagaimana berdakwah dan berjuang bersama, melewati kemudahan dan kesulitan bersama, mengajakku untuk meraih pahala rumah tangga yang haqiqi.

Tolong, jangan sekali-kali kamu goreskan luka pada hati yg rapuh ini  ya a💔
Peganglah erat tanganku, dan bersama-sama melaksanakan amanah kita satu sama lain di dunia ini.

Dan kini..
Beban ayahku sudah berpindah.
Kamu yg akan memikul dosaku jika sampai tidak bisa membimbing aku dengan baik dan benar sesuai AlQuran dan Sunnah Rasulullah..

Jadi kumohon padamu sekali lagi, tolong sayangi, didik aku dengan kelembutan dan kesabaran duhai suamiku tersayang..
Aku ini bengkok, jadi luruskanlah dengan tidak memaksanya. 😂

Jadikanlah aku sebagai istrimu yang mampu menentramkan hatimu jika kau memandangiku.
Aku pun akan berusaha mencintaimu dan menjaga hak-hakmu sebagai seorang suami hingga Allah ridho memberikan Syurga Nya untuk kita di akhirat nanti 🌸

Dan yang terakhir, kau tahu suamiku? aku sekarang sedang berusaha, mencoba sadar kembali dari mimpi indahku, namun ternyata inilah kenyataannya. Kenyataan yang terlalu indah, kalau aku tidak sedang tidur. Kenyataannya kalau kita ini sudah menjadi pasangan suami-istri. 😂

#nampar-nampar pipi masih ga percaya #alaypokonya
*SKIP SAL!

Oke...

Ana uhibbuka fillah, ya Habibi ❤

Bandung, 17 Juli 2017/23 Syawal 1439 H

Salma Diyanah,
Your wife

Rekomendasi Untuk Kamu × +

Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

Rekomendasi Untuk Kamu × +

0 Response to "Untuk Yang Sekarang Menjadi Imamku"

Post a Comment

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.