Skip to main content

Untuk Kalian yang Rindu Bersama..

Konten [Tampil]
Pernah nggak kalian merasakan perasaan aneh yang muncul ketika kita terlalu sibuk dalam drama kehidupan masing-masing. Kadang rasa itu muncul bersamaan saat membuka foto-foto kenangan bareng sahabat kalian. Terlihat tanpa beban. Semua tertama melihat kamera. Dan pasti ada perasaan kangen yang muncul secara tiba-tiba.

Nah, gue merasakan perasaan yang sama, setiap kali gue bengong ngeliatin polaroid foto terjajar di dinding kamar gue.

Masa lalu adalah hal yang sangat mengerikan. Terlihat dekat, tapi terasa jauh pada saat yang sama. Hal yang sama berlaku saat gue menatap wajah-wajah dengan senyuman terukir di foto. Suasana masih terlihat sama, seru dengan segala kebersamaan yang menyenangkan berlatar ladang pohon edelweis Papandayan. Senyum, tawa dan hangat.

Kini foto itu mulai tampak kusam, sepi dan dingin. Perubahan warna menguning pada kertas, debu yang mulai terlihat dibeberapa foto, hingga sarang laba-laba yang sudah muncul di beberapa tempat.

Satu-satu frame foto itu seakan membawa pada satu tahun lalu, dan mengajak mulai merasakan kembali atmosfer itu.

Dulu, sepanjang jalur pendakian adalah cerita yang ramah namun menyenangkan. Berjalan di kerikil trek papandayan, foto bersama walau tengah panas terik matahari hanya demi kenangan, ngeliatin pasangan mas Agung dan teh Eva bermesraan yang kini berbeda cerita, semua itu manis. Bikin ngiri.

Kini, perubahan itu sangat terasa, semua telah berbeda, banyak dari kita sedang menata kehidupan dengan drama masing-masing yang dijalankan. Yang biasanya suka ngumpul tiap bulan minimal satu kali kini terhalang dengan sebuah kegiatan bernama “kesibukan” gue sendiri sibuk dengan kerjaan dan proses sekolah yang baru saja dimulai.

Gue menghela sedikit nafas. Ya, kini gue merindu celetukan “Wainggsaaaa” polosnya jawaban adeknya sahabat gue Pessa, ketololan Borin yang selalu ada aja tingkahnya, juga sahabat gue lainnya yang teramat banyak sampai nggak bisa disebutin dalam tulisan ini satu persatu.

Mengenang atau flashback, sering kali membuat gue khawatir sekaligus kecewa. Karena jauh di lubuk hati, gue masih berharap semua sahabat tetap hangat seperti dua belas bulan yang lalu.

Tapi pada kenyataanya, life goes on.

Siap atau nggak, hidup akan terus berputar. Sahabat gue akan semakin sibuk dan gue sadar, pasti ada titik dimana kita akan berkumpul lagi mengulang bahkan membuat kenangan baru lagi.

Dan tetap gue nggak akan berhenti berencana. Gunung Artapela kali ini menjadi ritual wajib closing year 2016.

Dimana Desember ini kami akan mengulangnya.

Gue bahagia.

Sekali lagi, bakal ada foto baru terpajang dengan segala cerita didalamnya.
Sedemikian rupa terlihat lawas.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar