My Karir My Misterius

Part of me, Photo by : topdesignmag

Selepas sekolah dari Al-Wafa , gue langsung keterima bekerja sebagai grafis designer di salah satu TV Swasta lokal di Jawa Barat.

Dua tahun bekerja disana, lalu pindah ke salah satu perusahaan manufacturing furniture yang beroperasi di ujung timur Bandung. Cileunyi.

Gue bergabung melalui jalur Management Affiliasi perusahaan ini, gue kerja disini dalam sistem kontrak sama seperti kebanyakan karyawan PT di Indonesia. Gue bekerja disini sudah satu tahun dan menempati posisi awal di divisi Grafis, tugas gue cukup sederhana yaitu membantu bagian marketing pemasaran, jadi gue dituntut untuk melahirkan ide-ide kreatif yang harus gue munculkan dan kemas lewat sebuah gambar yang sarat dengan promosi. Ya, emang ini fungsi kebanyakan divisi Grafis.

Waktu itu, gue berhasil masuk dan bekerja dengan ijasah SMK gue. Walaupun kebanyakan di tempat kerja adalah lulusan Universitas bertitel Diploma dan Sarjana. Gue pede aja masuk ke perusahaan ini, karena gue punya prinsip yang selalu dilontarkan oleh emak “Kalo udah emang rezeki pasti ga bakalan kemana, bakalan dapet kerjaan ini kok, mau disini atau dimanapun” Sama percis seperti dapetin kamu. Iya kamu.

Dengan tekad bulat yang emang niat awal gue masuk kesini untuk mempelajari seluk beluk bisnis di dunia properti itu gimana, tepatnya interior. “Gimanapun gue harus bisa masuk ke perusahaan ini” maka dengan itu gue pede nulis semua kemampuan yang gue miliki dalam resume yang gue lampirkan untuk melamar kamu ke perusahaan ini. Editing, Grafis, Developer Website, Multimedia, kemampuan teknik Hardware Software gue checklist kedalam kolom terkuasai. Gue percaya diri aja. Melakukan semua itu dengan kemampuan sotoy gue.

Ternyata usaha kesotoyan gue berbuah manis diakhir pengumuman seleksi penerimaan oleh HRD, “Kamu mau minta gaji berapa perbulan?” hati gue seketika tersenyum dan mengudara mendengar pertanyaan mesra itu.

Awal-awal bulan pertama biasa adalah fase-fase dimana gue menghabiskan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Kerjaan demi kerjaan gue dapatkan dari atasan langsung yang emang sesuai dengan keahlian gue. Grafis. Gue melakukan pekerjaan ini dengan senang tanpa beban karena kerjaan yang gue lakukan ini sesuai dengan kompetensi yang gue miliki.

Work as easy doing.

Tapi, akhir-akhir ini menjelang penghabisan kontrak kerja gue, ada kesibukkan baru yang masuk kedalam daftar joblist gue. IT Support. Iya karena divisi IT di perusahaan ini sedang kekurangan sumber daya manusia, karena dulu dalam resume yang gue tulis gue menulis keahlian dalam bidang IT akhirnya gue menjadi orang satu-satunya yang di rekomendasikan buat nge-handle kerjaan IT Support.

Ini.
.
Bahaya.
.
Banget.

Karena kesotoyan gue waktu itu, kali ini gue harus menerima hasilnya. Disatu sisi gue senang karena dalam urusan gaji gue akan mengalami kenaikkan. Tapi disisi kelamnya adalah gue masuk kebagian yang belum sepenuhnya gue kuasai.

Dalam hati gue berpikir pilihan nya cuman ada dua Dan.

Satu,
gue harus pura-pura bego dan amnesia lalu berlaga lupa tentang semua apapun itu yang berkaitan dengan pelajaran IT...

... Koding web ? Apa itu HTML? Sintax? Java? Gue lupaaaaaaaaaaa

... Instalasi Hardware jaringan? Apa itu LAN? WAN? Nirkabel? Bandwitch? Gue Lupaaaaaaa

Dan mulai berlaga...

Gue Ini siapa?

Gue sekarang dimana?

Apakah  gue ganteng?

Apakah mantan gue udah lahiran?

Dua, gue harus mulai memikirkan tentang rencana untuk menelan obat serangga.

Engga ding.

Pilihan yang kedua, jalan satu-satunya yang tersisa dan cukup logis adalah gue harus mulai mempelajari pelajaran-pelajaran dulu yang pernah gue pelajari jaman SMK atau mencari bekal ilmu baru lagi dan membiasakan dan beradaptasi diri lagi dengan kerjaan baru.

Muncul sejumput rasa dalam hati.

Sepertinya ini saatnya, gue mulai memikirkan untuk menimba ilmu baru lagi. Mulai sekolah lagi.

Gue Kuliah.

Gue Kerja.


Ya Alloh.. Ridhoi hamba.

Dalam menimba ilmu baru ini. Sebagai Mahasiswa.

Bimbing agar terus bertanggung jawab kepada perusahaan. Sebagai Pekerja.




Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

8 Responses to "My Karir My Misterius"

  1. Suatu pengalaman yang berharga tuh Mas,saya juga dulu kaya kutu loncat gonta ganti pekerjaan dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya..hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, perjalanan hidup memang siapa yang tau ya hhhe.. makasih mas udah nyempetin baca ya

      Delete
  2. Replies
    1. hehehe iya kang, saya kira hidup itu cuma sekedar makan tidur mainaja :D

      Delete
  3. All : Makasih ya udah pada baca dan ngasih komentar disini.. Sehat selalu salam untuk keluarga di rumah dari orang ganteng ini. hehe

    ReplyDelete

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.