Tentang Rencana dan Sepasang Gelang Kulit


Bukan Endorse

Entah kenapa beberapa hari ini lagu berirama cinta-cintaan sering gue mainkan terus menerus di playlist musik gue. Lirik lagu yang sedikit membuat emosi di relung jiwa remaja tanggung dewasa gue sedikit menggebu akan yang namanya cinta.

Entah karena lagunya yang memang sarat akan muatan cinta atau mungkin karena endorphin yang mengalir deras yang gue rasakan beberapa hari ini.

Senyawa kimia yang menyebabkan rasa bahagia. Senyawa ini biasanya dihasilkan oleh tubuh ketika kita selesai melakukan aktiftas pembakaran kalori, atau yang paling sering ketika seseorang sedang jatuh cinta.

Perasaan ini membawa gue ke sebuah kotak berisi gelang kulit dari kulit sapi yang gue simpen di sudut kamar gue.

Belum pernah gue ngerasa kayak gini. Pikiran melambung saat gue pertama kali mendapatkan benda itu. Masih ingat 3 tahun lalu, melalui sebuah platform social media gue kenal dengan dia. Sebenernya dia temen gue di sekolah juga sih.

Dia menanjak pasti di daftar cewek paling mustahil yang bisa gue dapat, tepat dibawah Raline Shah.

“She has very suitable to be a soulmate in my life. Serius.”

Biasanya gue biasa-biasa aja kalo mau deketin cewek, tapi ini, ya tuhan. Gue gak bisa seakan bisu untuk bertemu pun gue canggung. Serius gue harus dapet. Gue mulai menyusun sebuah rencana dan berpikir sedikit lebih keras.

I need to ask her! I need have the phone number!

Would you be my girlfriend? 

But the question is... How? Bagaimana?

Mencoba membuatnya terkesima dengan harta sudah jelas nggak akan berhasil. Dia bukan tipe yang bisa dipukau dengan materi. Lagipula, dia lebih tajir dari gue.

Berusaha memukau nya dengan prestasi?

Gue bukanlah orang yang bergelimbang pujian prestasi. Prestasi paling membanggakan gue sejauh gue sekolah adalah menjadi orang yang berhasil keluar pertama kali saat ulangan praktek pelajaran koding web (Web Design). Masa mau itu yang dipake?

“Halo, saya suka kamu. Mau saya tunjukin sesuatu?”
Ini dia,

“<script type='text/javascript'>
(&quot; &quot;);postcontent=postcontent.substring(0,quoteEnd);document.write(postcontent+&#39;...&#39;+readmorelink)}}document.write(&#39;&lt;/li&gt;&#39;)}document.write(&#39;&lt;/ul&gt;&#39;)}
.....</script>”

Berasa naksir robot.

Jujur gue bingung. Gue pun menyebar pesan siaran ke beberapa temen gue. Hanya demi mendengarkan sedikit saran dari temen gue, gue sebar melalui Whatsapps, Line dan BBM gue bertanya sebuah pertanyaan sederhana.

“Bagaimana membuat dia (cewek) terkesan sama gue, dan mau sama gue?”

Jawaban yang masuk dan gue terima pun beragam. Mulai dari yang mainstream kayak “diromantisin, Dan!”. Jawaban yang berasa penuh drama seperti “Lu ke rumahnya, terus adzan depan pintu.... Oiya jangan lupa iqomah dulu di depan pagar!”, sampai yang nyuruh gue mulai realistis dan mulai mencari dukun pelet.

Tentu saja jawaban yang terakhir nggak gue lakuin.
Sebuah balasan cepat masuk dalam platform Line. Sebuah kalimat yang masuk cukup membuat gue tersenyum lega.

“Just be the best version of you. On coridor religion!”

Ketika itu gue seakan tersadar dan beridiri dalam sebuah fase hidup, dari jawaban yang pertama kali gue denger dari seorang cewek.

Akan lebih syahdu rasanya ketika gue mencintai mahluk cantik ini tanpa menyentuhnya. Sekarang gue mulai menjauh dan memutuskan untuk menjaga jarak. Mengurangi interaksi denganya. Melangkah pergi dengan keimanan yang sedikit tersisa.

Ini gue, yang sedang kembali menata keimanan. Yang sempat goyah.

Dan kali ini gue benar-benar yakin, kalau Tuhan sedang berencana.

***

Seperti biasa,

#KeepWriting
#KeepSharing
#StayGanteng

Langganan segera, jangan sampai tertinggal postingan dari Jejakumurku. Yang berlangganan semoga murah rejeki aamiin.

4 Responses to "Tentang Rencana dan Sepasang Gelang Kulit"

  1. Ciee ngomongin cinta euy hahaha.. azek-azek!!
    Sukses ya niche baru nyaa haha

    ReplyDelete
  2. Kaka gemes dari Unpas Bandung27 July 2016 at 08:39

    Dan, ini serius kisah cinta kamu ? Yaampun kok gini banget. Sweet

    ReplyDelete

Kemon komen dong biar makin rame. Biar berasa ada yang baca sih wkwk

nb : yang mau komentar harus punya akun gmail.